Cara Menggunakan Kamus Al-Munawwir dan Mahmud Yunus (Arab – Indonesia)

3704
BERBAGI
Kamus Arab – Indonesia

Kamus Arab merupakan salah satu pendukung belajar yang wajib dimiliki oleh siswa yang belajar di Madrasah Aliyah, Pondok Pesantren bahkan bagi mahasiswa Perguruan Tinggi yang sedang  mempelajari bahasa Arab. Bagi pemula, kosakata bahasa Arab di dalam beberapa kamus cukup sulit untuk dicari, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman terhadap sistem tata bahasa Arab yang memiliki bentuk kalimat (shighah) yang lumayan sulit.
null
Dasarnya, pencarian kosakata dalam Kamus Bahasa Indonesia dimulai dengan melihat kata dasar, seperti kata “berlatih”, asal katanya adalah “latih”, mengeja = eja, menyikat = sikat, dll. Jadi ketika hendak mencari kata perumahan,  cukup dengan mencari kata dasarnya saja, yaitu rumah, lalu muncullah beberapa varian kata yang berakar dari kata tersebut.

Untuk kamus Al-Munawwir dan Mahmud Yunus, cara yang digunakan tidak jauh berbeda , namun butuh tips-tips khusus yang akan kita bahas satu persatu dalam tulisan ini.

1. Abjad Kamus

Ciri khusus untuk kamus bahasa Arab tentu saja abjad Hija’iyyah-nya yang berurutan, dimulai dari huruf alif ( ا ) , selanjutnya huruf ba’ ( ب ), ta’  ( ت ) hingga huruf akhir yaitu ya’ ( ي ). Hal ini merupakan pengetahuan dasar yang wajib dipahami oleh pengguna kamus. Sebagai informasi tambahan, ada lho kamus Arab yang disusun tidak berdasarkan huruf Hija’iyyah seperti saat ini, contohnya kamu al-‘Ain karya Khalil Al-Farahidi, Abjad awalnya dimulai dari huruf ‘ain ( ع ).

2. Pahami Bentuk Kata

Bahasa Arab memiliki tiga bentuk kata dasar, yaitu kata benda (isim), kata kerja (fi’il), dan huruf. Isim menunjukkan kata benda, biasanya ditandai dengan alif-lam di awal kata ( ال ) atau ber-syakal tanwin di akhir kata. Sedangkan kata kerja, terdiri dari tiga hingga enam kata yang pada umumnya ber-harakat fathah atau dhammah atau sukun pada akhir kata. Sedangkan huruf, biasanya tersusun dari satu atau dua kata dengan harakat akhir sukun. Contoh:

No Kata Bentuk Kata
1 احْسَانٌ / الْفَصْلُ Isim
2 نَـــصَرَ  / يَنْـــصُـــرُ Fi’il
3 فِى / مِنْ Huruf

3. Tentukan Entri Huruf Asal

Entri huruf asal merupakan cara khusus untuk memulai mencari kata dan maknanya. Contohnya, ketika kita ingin mencari arti kata مكتبة , maka penentuan entri katanya harus dimulai dari tiga kata dasar dari kata tersebut, yaitu (ك – ت – ب (كتب dengan menghilangkan huruf “mim” awal dan huruf “ta’ marbuthah” di akhir, kemudian kita lihat turunan kata yang ada pada entri kata tersebut. Harus diperhatikan, bahwa entri huruf “kaf”-lah yang harus dibuka terlebih dahulu. Begitu pula untuk kata-kata lainnya.

No Kata Entri Huruf Awal
1 الْفَصْلُ ف
2 يُسافر س
3  مدبر د

4. Kata Kerja

Sebagai penanda makna baru serta turunannya, kamus Al-Munawwir dan Mahmud Yunus menggunakan kata kerja, yang terdiri dari tiga atau empat huruf, dalam sistem entri kata. Kata pertama disebut “fi’il madhi” (kata kerja menunjuk masa lampau), sedangkan kata kedua, biasanya ditandai dengan garis berharakat setelahnya, disebut dengan “fi’il mudhari’” (kata kerja menunjuk masa sekarang atau akan datang) .  Contoh : سَلِمَ – يَسْلَمُ

so, it’s very easy kan. Demikianlah beberapa tahapan penggunaan kamus Arab – Indonesia, khususnya Kamus Al-Munawwir dan Mahmud Yunus. Selamat mencoba…!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here